12 Sep 2026 0 komentar By: Gede Astawan

Ringkasan Jaman Prasejarah di Bali

 Ringkasan Jaman Prasejarah Pulau Bali Secara Sistematis

Berikut ini disajikan ringkasan masa prasejarah di Bali dengan gaya linimasa naratif yang mudah dimengerti dengan berdasarkan pada bukti berupa penemuan artefak.

1. Zaman Paleolitikum (Batu Tua)

  • Perkiraan Waktu: Sekitar 500.000 – 10.000 SM.

  • Ciri Kehidupan: Manusia purba hidup berpindah-pindah (nomaden), bergantung penuh pada alam dengan berburu dan mengumpulkan makanan (hunting and gathering).

  • Lokasi Penemuan: Buleleng (Sembiran, Trunyan, dan Patas).

  • Jenis Alat/Peninggalan:

    • Kapak genggam (hand axe)

    • Kapak perimbas

    • Alat-alat serpih (flakes) dari batu kasar

2. Zaman Mesolitikum (Batu Madya)

  • Perkiraan Waktu: Sekitar 10.000 – 4.000 SM.

  • Ciri Kehidupan: Manusia mulai memanfaatkan gua-gua alam sebagai tempat tinggal sementara (abris sous roche) dan mengenali sistem pemakaman yang masih sangat sederhana.

  • Lokasi Penemuan: Jembrana (Gua Selonding), Jimbaran, dan Trunyan.

  • Jenis Alat/Peninggalan:

    • Alat serpih batu yang pengerjaannya lebih halus

    • Alat-alat dari tulang hewan dan tanduk

3. Zaman Neolitikum (Batu Muda)

  • Perkiraan Waktu: Sekitar 4.000 – 1.000 SM.

  • Ciri Kehidupan: Terjadi revolusi kebudayaan. Manusia mulai menetap di desa-desa kecil, bercocok tanam, dan memelihara hewan ternak.

  • Lokasi Penemuan: Buleleng (Sembiran dan Pedawa) serta Jembrana (Cekik).

  • Jenis Alat/Peninggalan:

    • Kapak persegi dan beliung persegi yang sudah diasah atau diupam sampai halus

    • Perhiasan dari gelang batu

    • Gerabah tanah liat polos

4. Zaman Megalitikum (Kebudayaan Batu Besar)

  • Perkiraan Waktu: Sekitar 2.000 – 500 SM (bahkan berkembang terus dan menyatu dengan tradisi lokal).

  • Ciri Kehidupan: Muncul sistem kepercayaan yang kuat terhadap roh leluhur (animisme). Masyarakat membangun struktur berbatu besar sebagai sarana penghormatan dan tempat pemakaman.

  • Lokasi Penemuan: Gianyar (Bedulu dan Pejeng), Tabanan (Pupuan), dan Bangli.

  • Jenis Alat/Peninggalan:

    • Sarkofagus: Peti jenazah dari batu tunggal (sangat melimpah di Bali, sering kali dipahat menyerupai bentuk wujud manusia atau bertanduk)

    • Menhir (tugu batu)

    • Punden berundak

    • Dolmen (meja batu)

5. Zaman Perundagian (Masa Logam / Logam Awal)

  • Perkiraan Waktu: Sekitar 500 SM hingga Abad ke-8 Masehi (sampai ditemukannya bukti tulisan pertama).

  • Ciri Kehidupan: Masyarakat sudah sangat maju dengan spesialisasi pekerjaan (munculnya kelas pengrajin logam), perdagangan antarpulau yang pesat, dan teknologi peleburan perunggu serta emas.

  • Lokasi Penemuan: Pejeng (Gianyar), Sembiran (Buleleng), dan Gilimanuk (Jembrana).

  • Jenis Alat/Peninggalan:

    • Nekara Perunggu "Bulan Pejeng": Nekara cetakan tunggal terbesar di dunia yang disimpan di Pura Penataran Sasih, Pejeng

    • Tajak (alat pertanian) dan senjata dari perunggu

    • Cetakan batu (bivalve) untuk membuat alat logam

    • Perhiasan emas dan koin kepeng kuno (pis bolong)

Nah, setelah jaman perundagian ini yakni di sekitar abad ke 8 masehi, jaman prasejarah di Bali berakhir yang ditandai dengan adanya penemuan bukti tulisan yaitu tepatnya penemuan tablet tanah liat (Cap Stupika Pejeng) abad ke-8 M dan penemuan prasasti tertua yaitu Prasasti Sukawana A berangka tahun 882 M.

Nah demikian ringkasan jaman prasejarah di Bali secara urutan sistematis yang mudah dipahami dan dipelajari.

Sejarah Bali Yang Asli, Lengkap, Runut, dan Berdasarkan Bukti Otentik

 Sejarah Bali Yang Asli, Lengkap, Runut, dan Berdasarkan Bukti Otentik

Halo semua berikut aku sajikan sejarah Bali yang lengkap yang berdasarkan pada prasasti yaitu bukti paling otentik (paling terpercaya) dalam mempelajari sejarah. Prasasti bisa berupa lempeng tembaga emas atau perak, atau bisa juga berupa batu bertulis.

Urutan ini murni disusun secara kronologis berdasarkan angka tahun Śāka yang tertulis pada lempengan atau batu prasastinya, yang kemudian dikonversi ke tahun Masehi (ditambah 78 tahun).

Pembagian era atau jaman mengikuti kronologi epigrafi para arkeolog (seperti Goris, Stein Callenfels, dan Poerbatjaraka), dari angka tahun tertua yang pernah ditemukan di Bali sejauh ini. Yuk disimak ringkasan secara urut sejarah Bali berdasarkan bukti tertulis:

  1. 882 M (804 Śāka) — Prasasti Sukawana A I (prasasti berangka tahun tertua di Bali).

  2. 914 M (836 Śāka) — Prasasti Blanjong (nama raja pertama tercatat, Kesari Warmadewa).

  3. 989–1077 M — Era Udayana hingga Anak Wungsu (puncak penggunaan bahasa Jawa Kuno pada prasasti).

  4. 1178–1181 M — Era Raja Jayapangus.

  5. 1343 M — Era transisi ekspedisi Gajah Mada (Kerajaan Majapahit).

Nah, itu kalau diringkas secara singkat jadi seperti di atas. Sekarang kita lihat masing-masing detail dari isi prasasti itu dan juga terjemahan dari masing-masing prasasti tersebut:

1. Era Awal / Prasasti Tanpa Nama Raja (Abad ke-9 M)

Sejarah tertulis Bali dimulai dari lempengan tembaga yang diterbitkan oleh badan pemerintahan Bali Kuno tanpa menyebut nama raja yang memerintah saat itu.

  • Prasasti Sukawana A I (804 Śāka / 882 M): Prasasti ini adalah dokumen tertulis tertua yang memiliki angka tahun pasti. Diterbitkan dari pusat administrasi bernama Panglapuan Singhamandawa. Isinya mengatur perizinan pendirian pertapaan di kawasan Bukit Cintamani (Kintamani) oleh para biksu.

  • Prasasti Bebetin A I (818 Śāka / 896 M): Mengatur desa Bebetin dan menyebutkan struktur profesi masyarakat Bali Kuno saat itu (petani, pengrajin, pedagang) serta badan hukum pemerintahan.

2. Dinasti Warmadewa Awal (Abad ke-10 M)

Nama raja Bali pertama yang tercatat jelas secara epigrafis muncul pada awal abad ke-10.

  • Prasasti Blanjong (836 Śāka / 914 M): Prasasti tiang padas yang ditemukan di Sanur ini diterbitkan oleh Raja Śrī Kesari Warmadewa. Prasasti ini unik karena menggunakan dua bahasa (Sanskerta dan Bali Kuno) serta dua aksara (Pranagari dan Bali Kuno). Prasasti ini menguji keberhasilan militer Raja Kesari atas musuh-musuhnya di daerah Gurun (Nusa Penida) dan Swal.

  • Prasasti Gobleg & Kebon Edan: Mencatat raja-raja penerus seperti Ugrasena (915–942 M) yang mengeluarkan banyak prasasti terkait pembebasan pajak (sīma) untuk desa-desa di pegunungan, serta Raja Tabanendra Warmadewa dan Raja Jayasingha Warmadewa (960 M).

3. Era Hubungan Bali–Jawa (Abad ke-10 hingga 11 M)

Puncak perkembangan politik Bali Kuno terjadi pada era pernikahan politik antara kerajaan Bali dan Jawa.

  • Prasasti Bebetin E (911 Śāka / 989 M) & Prasasti Serai: Dikeluarkan oleh Raja Gunapriya Dharmapatni (putri dari Kerajaan Medang, Jawa) bersama suaminya, Dharmodayana Warmadewa (Raja Udayana). Prasasti pada era ini mulai menggunakan bahasa Jawa Kuno, menandakan masuknya pengaruh Jawa di birokrasi Bali. Dari pasangan inilah lahir putra sulung mereka, Airlangga, yang kemudian menjadi raja besar di Jawa (Kerajaan Kahuripan).

  • Prasasti Bebetin XI & Prasasti Batuan (974 Śāka / 1052 M - 1077 M): Dikeluarkan oleh putra bungsu Udayana, yaitu Raja Anak Wungsu. Ia adalah raja yang paling banyak meninggalkan prasasti di Bali (lebih dari 30 prasasti tembaga). Isinya sebagian besar mengatur tata kelola hukum desa, irigasi sawah (huma), dan pembebasan pajak.

4. Era Dinasti Jaya & Raja Jayapangus (Abad ke-12 M)

Setelah berhentinya dinasti Warmadewa, muncul raja-raja menggunakan gelar Jaya.

  • Prasasti Cikora & Prasasti Terunyan (1178 M–1181 M): Diterbitkan oleh Raja Śrī Mahārāja Hji Jayapangus Arkajadewa. Ia meninggalkan puluhan lempeng tembaga yang mengatur sistem perpajakan, hukum waris, hingga struktur badan keagamaan.

5. Pengaruh Majapahit & Akhir Masa Bali Kuno (Abad ke-14 M)

  • Prasasti Batur Pura Abang A (1233 Śāka / 1311 M): Mencatat masa pemerintahan Raja Maha Guru Śrī Tarunaputra.

  • Prasasti Gunung Kawi (1343 M): Periode ini menandai peralihan politik besar ketika Kerajaan Majapahit di bawah ekspedisi Gajah Mada menundukkan kerajaan Bali Kuno. Prasasti-prasasti pasca-1343 M mencatat pengangkatan raja-raja bawahan (Vassal) dari Majapahit yang berkedudukan di Samprangan dan kemudian Gelgel.

Nah demikian penjelasan lengkap, singkat dan jelas dari alur sejarah Bali yang berdasarkan bukti tertulis yaitu prasasti dan bukan berdasarkan cerita tutur maupun babad. Ingat kalau mau belajar sejarah itu harus mengutamakan bukti primer dulu, baru bukti skunder, dan bukti tersier sebagai pilihan terakhir kalau dua bukti sebelumnya tidak ada.
20 Agu 2026 0 komentar By: Gede Astawan
2 Agu 2026 0 komentar By: Gede Astawan

Kosakata Serapan dari Bahasa Belanda

 Kosakata Serapan dari Bahasa Belanda

Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak sekali kata-kata yang diserap dari bahasa Belanda yang tidak kita sadari tetapi pernah kita pakai sehari-hari atau cuma kita dengarkan dalam film-film di era sebelum tahun 2000an. Semisal film Warkop DKI atau film Benjamin. Berikut ini disajikan beberapa kosakata Bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Belanda. Penyerapan ini tentu saja terjadi selama periode penjajahan Belanda di Indonesia. Rata-rata yang diserap adalah bunyi atau pengucapan dari kata-kata bahasa Belanda itu dan bukan tulisannya. Berikut ini adalah beberapa kata serapan dari Bahasa Belanda yaitu:
1. Pengemudi --> Belanda: chauffeur --> Indonesia: sopir
2. Mundur --> Belanda: achteruit --> Indonesia : atrek
3. Stasiun Bus --> Belanda: terminaal --> Indonesia: terminal
4.  Uang Muka --> Belanda: voorschot --> Indonesia: persekot
5. Tepat/akurat --> Belanda: precies --> Indonesia = persis
6. Nota belanja --> Belanda : bon --> bon atau ngebon
7. Arus listrik --> Belanda: stroom --> Indonesia: setrum
8. Alat pemutus dan penghubung listrik --> Belanda: Schakelaar --> Indonesia: saklar
9. Memaksakan diri --> Belanda: forceren --> Indonesia: forsir
10. Pakaian longgar --> Belanda: duster --> Indonesia: daster
11. Kain pengering --> Belanda: handdock --> Indonesia : handuk
12. Perekat --> Belanda: lijm --> Indonesia: lem
13. Kemeja --> Belanda: hem --> Indonesia: hem
14. Menghitung --> Belanda: Rekenen --> Indonesia: reken
15. Purna tugas --> Belanda: pensioen --> Indonesia: pensiun
16. Ruang kerja --> Belanda: Kantoor --> Indonesia: kantor
17. Kotak kardus --> belanda : Doos --> Indonesia: kardus / dus / dos
18. Meja cuci tangan --> Belanda: Wastafel --> Indonesia : wastafel
19. Bendungan --> Belanda: Dam --> Indonesia: dam
20. Pengairan pertanian --> Belanda: irrigatie --> Indonesia : irigasi
21. Pelayan laki-laki --> Belanda : Jongos --> Indonesia, jongos = ......
22. Pelayan perempuan --> Belanda: Babu --> Indonesia, babu =  .......
23. Pensil --> Belanda : Potlood --> Indonesia: potlot
24. Bolpoin --> Belanda : Vulpen --> Indonesia : pulpen
25. Pakaian renang --> Belanda : Zwempak --> Indonesia, sempak = ......
26. Saudara laki-laki --> Belanda: broer --> Indonesia, bro = panggilan untuk laki-laki
27. Saudara perempuan --> Belanda: Zus --> Indonesia, ses/sus = panggilan untuk wanita
28. Kain penutup meja --> Belanda : Tafellake --> Indonesia : taplak / taplak meja
29. Lemari tempat makanan --> Belanda: Buffet --> Indonesia, bufet = .....
30. Terkenal --> Belanda : bekend --> Indonesia, beken = terkenal (tapi tidak baku)
31. Kurang percaya diri --> Belanda: minder --> Indonesia, minder = tidak percaya diri
32. Hukuman --> Belanda : straf --> Indonesia, straf biasa digunakan saat menghukum murid
33. Cocok --> Belanda: klop --> Indonesia: klop sering dipakai untuk cocok 

Nah demikian beberapa kosa-kata yang diserap dari Bahasa Belanda namun saat ini pemakaiannya kurang begitu populer karena memang tidak dijadikan bahasa baku dan tidak masuk dalam KBBI. Jadi bahasa ini cuma dipakai sebagai kata-kata sehari-hari sekitar sebelum era tahun 2000an kalau tidak salah menurut saya. 

25 Mei 2026 0 komentar By: Gede Astawan

Nilai UAS DTO X TKR 2

 Nilai sesi 1 dan sesi 2:


Untuk nilai akan dirata-ratakan, setelah itu barulah remidi akan diumumkan.




9 Apr 2026 0 komentar By: Gede Astawan

Nilai UH1 - XTKR2 - Sem 2

Nilai Ulangan Harian 1 - DTO

Kelas : X TKR 2

Semester : 2



KKM = 70

Untuk yang nilainya di bawah KKM akan diadakan remidi pada hari Jumat, 10 April 2026. 

15 Sep 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Nilai Ulangan Harian 2 - DTO

 

I GEDE AGUS UPEDANA

68

I GEDE BAYU JULIARTA

73

I GEDE INDRA

85

I GEDE JANULANTARA

35

I GEDE PASEK PURNAMA PRATMAJA

88

I GEDE PUTU ARYA PRATAMA

33

I GEDE SUMA ANTARA

 

I GUSTI AGUS LANANG BAYU SAPUTRA

75

I GUSTI NGURAH GANGGA BAGIADA

65

I KADEK AGUS DWI ANDIKA

63

I KADEK RIZKY WIANJAYA

73

I KADEK YOGA SUPARSANA

45

I KADEK YUDA SUKAYANA

95

I KETUT SUKRAWAN

95

I KOMANG AGUS WIDIANA

M

I MADE SUGIARTA

23

I MADE SUMADI

M

I PUTU ANDIKA WIDNYANA

88

I WAYAN KANI ARTA

48

I WAYAN WIDIA APRIANA

63

KOMANG EDI PRANATA

M

MADE HERI WANGSA

M

PUTU GEDE HENDRA PRATAMA

73

11 Jul 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Berbagai Jenis Batu Permata Batu Mulia, Kekerasan, dan Rumus Kimianya

Berikut saya ringkas berbagai jenis batu mulia, batu permata, atau batu akik yang sudah dikelompokkan sesuai dengan kekerasannya disertai rumus kimia dan contoh variasi warnanya.

10 skala mohs

Berlian, rumusnya C atau karbon murni dengan struktur molekul berbentuk kubus dan kekerasannya paling tinggi yaitu 10 skala mohs.

 

9 skala mohs

Keluarga Korundum contoh ruby atau mirah (al2o3+Cr), sapphire (α-Al2O3) dengan kekerasan 9 skala mohs.

 

8 skala mohs

  • Keluarga Beril dengan struktur berbentuk hexagonal, contohnya: jamrud (Be3Al2(SiO3)6), aquamarine (Be3Al2Si6O18), Chrysoberyl/Alexandrite (BeAl2O4), dengan kekerasan pada 8 skala mohs.
  • Topaz (Al2SiO4(F,OH)2) dengan kekerasan sekitar 8 skala mohs.

 

7 skala mohs

  • Mineral kwarsa (SiO2) kekerasan sekitar 7 skala mohs. Contoh : kecubung air (putih/bening), rose quartz (warna pink), amethyst (warna purple), and citrine (warna golden).
  • Garnet (Be3Al2(SiO3)6) kekerasan sekitar 6,5 – 7,5 skala mohs. Contoh: almandin, pyrope, dan tsavorite.
  • Peridot (Mg, Fe)2SiO4 dengan kekerasan 6,5 – 7 skala mohs.
  • Zircon (ZrSiO4) kekerasan sekitar 7,5 skala mohs.
  • Agate / akik (SiO2) kekerasan sekitar 6,5 – 7 skala mohs contoh akik red baron, akik madu, akik hijau garut, dll.
  • Tourmaline [(Na,Ca)(Al,Fe,Mg,Mn,Li)₃(Al,Fe)₆(Si₆O₁₈)(BO₃)₃(OH)₄] kekerasan sekitar 7 to 7.5 skala mohs.
  • Idocrase (Vesuvianite) rumusnya Ca₄Al₃(Al,Fe)₂(Si₇O₂₄)(OH)₂ dengan kekerasan idocrase berada di kisaran 6,5 hingga 7 skala mohs.

 

6 skala mohs

  • Pirus/turquoise (CuAl6(PO4)4(OH)8·4H2O) kekerasan 5 – 6 skala mohs
  • Badar besi / hematit (Fe₂O₃) kekerasan 5 – 6 skala mohs.
  • Opal/Kalimaya (SiO2·nH2O) kekerasannya sekitar 5 – 6 skala mohs.
  • Batu bacan [Cu2-xAlx(H2-xSi2O5)(OH)4·nH2O (x<1)] kekerasan: Bacan mentah atau belum matang sempurna kekerasannya sekitar 4 hingga 5 Skala Mohs, dan bacan matang atau sudah kristal (lebih keras dan bening) kekerasannya bisa mencapai 6 hingga 7 Skala Mohs.

 Demikian sedikit ringkasan saya tentang kekerasan batu permata, rumus kimia batu mulia batu permata, serta beberapa contoh batu permata berdasarkan warna dan kekerasannya.

 

11 Jun 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Emosi negatif dan penyakit yang ditimbulkannya

 Berikut adalah beberapa emosi negatif dan penyakit yang ditimbulkan akibat emosi negatif tersebut.

1. Maag

Bukan hanya diakibatkan oleh kesalahan pola makan yg tidak teratur, akan tetapi justru lebih didominasi karena stress. Coba untuk lebih merasa fresh atau lega dan memerdekakan diri.


2. Hypertensi

Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin atau makan daging, tapi lebih dominan diakibatkan karena kesalahan dalam memanajemen emosi. Jadi cobalah dengan cara mengatur emosi dan rasa amarah agar stabil.



3. Kolesterol

Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.


4. Asma

Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi disebabkan karena sering merasa sedih yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi coba terus untuk membuat suasana hati menjadi riang dan gembira.


5. Diabetes / kencing manis

Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glukosa, atau makanan yang manis-manis, tapi bisa saja sikap egois dan keras kepala yang mengganggu fungsi pankreas. Coba ikhlas dan rela dalam segala hal. Pasti akan menyembuhkan kencing manis.



6. Liver

Bukan hanya karena kesalahan pada pola tidur, tapi sifat ngrasani orang lain yang justru merusak hati kita. Coba untuk membuat hati kita tenang dan damai.


7. Jantung koroner

Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yang membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.


Jadi kalau kita ingin selalu sehat, hindari sifat-sifat seperti: iri, dengki, dendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan sifat buruk lainnya, karena itu semua merupakan sumber penyakit.


14 Mar 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Bebladbadan atau Perumpamaan

 Berikut adalah beberapa bebladbadan dalam bahasa Bali

  1. Mabunga layu = mayang, arti paribasane = sayang
  2. Blulang maukir = wayang, arti paribasane = sayang
  3. Maberuk tanah = caratan, arti paribasane = nyaratang
  4. Mabawang putih = kesuna, arti paribasane = pisuna
  5. Mabunga buah = bangsah, arti paribasane = mlangsah
  6. Macarang nyuh = papah, arti paribasane = ngepah
  7. Maceleng lua = bangkung , ati paribasane = bengkung
  8. Madanyuh biu = kraras, arti paribasane = raras dogen
  9. Madasar nasi = entip, arti paribasane = ngintip
  10. Madamar langit = bulan, arti paribasane = bulanan
  11. Madamar bangke = angenan, arti paribasane = mapangenan
  12. Madamar di carik = kunang-kunang, arti paribasane = tunangan
  13. Madon jaka = ron, arti paribasane = makaronan
  14. Madakin kuping = tilu, arti paribasane = uling liu
  15. Maadin kuud = klungah, arti paribasane = jengah
  16. Ental magulung = subeng, arti paribasane = nyebeng
  17. Golok jembrana = sadu, arti paribasane = masadu
  18. Gonda di gunung = anti, arti paribasane = nganti
  19. Goak mamata barak = tuhu-tuhu, arti paribasane = tuhu (sejati)
  20. Gedebong tuh = kupas, arti paribasane = upas

Kosa Kata Bali serapan dari Bahasa Cina

lalah = pedas (china= lala <辣啦>)
cawan = mangkok kecil (china= chawan <茶碗>)
nyi = kamu (china= ni/nyi <你>)

12 Feb 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Jaja Bali - Jaja Sagon

 Jaja Sagon


Jaja sagon adalah salah satu jajanan kuliner Bali yang sangat enak bila dipakai sebagai cemilan. Jaja sagon lebih banyak terdapat di Gianyar Bali khususnya daerah Peliatan Ubud. Jaja sagon termasuk penganan kering yang manis dan lembut.

Jaja sagon terbuat dari bahan tepung, kelapa parut dan gula pasir. Adonan tersebut dicampur secara manual dengan tangan hingga merata dan tanpa diisi air. Selanjutnya adonan dimasukkan ke dalam cetakan yang terbuat dari batok kelapa halus kemudian di panggang diatas api namun dialasi seng agar batok kelapa tidak terbakar. Bila sudah matang, balik batok kelapa tadi diatas loyang/kapar.
Jaja sagon kemudian digulung dan dibungkus-bungkus dengan plastik atau mika dan siap disajikan atau dijual di pasar dan warung-warung pinggir jalan.




2 Feb 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Jaja Bali - Jaja Laklak

 Jaja Laklak


Jaja laklak adalah salah satu jajanan Bali yang paling populer di kalangan masyarakat. Versi lebih gede dari jaja laklak sering disebut Kue Serabi. Jaja Laklak sering dipakai untuk teman minum kopi dan teh. Jaja laklak dapat ditemui hampir di seluruh kabupaten di Bali pada pasar tradisional. Namun banyak juga dijual di lapak-lapak pinggir jalan pada sore hari.



Jaja laklak terbuat dari tepung beras yang dicampur air, lalu dituangkan dalam cetakan berbentuk bulat. Cetakan itu awalnya terbuat dari tanah liat, tapi sekarang kebanyakan terbuat dari logam. Cetakan ditaruh diatas api kompor untuk selanjutnya dituangkan adonan cair ke dalam cetakan.

Cara penyajian jaja laklak hampir sama dengan jaja Bali yang lain yaitu ditaburi parutan kelapa dan dituangi larutan gula merah dan jaja laklak siap dihidangkan hangat-hangat.

1 Feb 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Jaja Bali - Jaja Lukis

 Jaja Lukis


Jaja lukis atau kue lupis (bahasa Indonesia) adalah salah satu jajanan tradisional Bali yang enak dan legit. Jaja lukis banyak dijual di pasar-pasar tradisional khususnya pada pagi hari. Biasanya saat ibu-ibu belanja ke pasar, maka sebagai oleh-oleh anaknya dia belikan kue lukis.

Gb jaja lukis yang sudah dibuka dari daunnya

Jaja lukis berbahan dasar ketan (beras ketan) yang dibungkus dengan daun pisang kemudian dibentuk segitiga lalu direbus sampai matang. Untuk toping dipakai kelapa parut yang ditaburi dengan gula merah atau gula bali sebagai toping populer pada jajanan tradisional. Rasanya yang enak dan legit membuat jaja lukis menjadi salah satu jajanan favorit di kalangan masyarakat Bali.


Gb jaja lukis yang disajikan bersama jaja giling-giling


Jaja Bali - Jaja Giling - Giling

 Jaja Giling - Giling

Jaja giling-giling banyak ditemui di pasar tradisional di Bali. Bahkan sekarang sering dijual di warung-warung jajan di pinggir jalan, yang biasanya jualan sore-sore.


Jaja giling-giling berbahan dasar tepung beras yang dilarutkan dengan air dan ditambahi berbagai pewarna makanan sesuai selera. Seperti namanya maka adonan itu kemudian dibentuk menjadi sedemikian rupa dengan cara digiling pada tangan. Selanjutkan dikukus atau direbus dengan api sedang dan penyajiannya biasanya dengan ditambahkan parutan kelapa dan dituangi gula merah atau gula aren.

Bagi penggemar kue tradisional tidak enak rasanya jika kita belum menikmati jaja giling-giling di pagi hari saat berbelanja ke pasar.


18 Jan 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Jaja Bali - Jaja Bendu

Salah satu jajanan tradisional Bali yang cukup populer adalah jaja bendu (jajan bendu). Penganan tradisional ini berbahan kelapa parut yang dicampur tepung dan dimasak dengan cara di sangrai. Teksturnya yang agak kaku seperti kain kering membuatnya jadi unik. Kalau makan kita tinggal tambahkan parutan kelapa dan gula merah/gula aren. Dan wow rasanya sangat enak.
Jaja bendu hampir terdapat di seluruh Bali terutama di pasar-pasar tradisional. Terkadang jaja bendu ini disajikan dengan cara digulung dan dibungkus daun pisang. Silakan teman-teman mencoba dan semoga menikmati.
11 Jan 2025 0 komentar By: Gede Astawan

Gayatri Mantram

Om bhur bwah swah
Tat sawitur warenyam
Bhargo dewasya dhimahi
Dyoyonah praco dhayat

Biji Buah Mahoni

Ini merupakan buah pohon mahoni, yaitu sebuah pohon yang kayunya sering dipakai sebagai bahan bangunan. Seperti dijadikan dipan, kusen, maupun rangka atap.
Seringkali kayu Mahoni disebut sebagai Mahogani dan digunakan dalam pembuatan gitar listrik atau gitar elektrik sebagai kayu kelas 3 dibawah alder dan maple.
Berikut penampakan biji mahoni yang memiliki sayap tunggal untuk menerbangkan biji saat jatuh dari pohonnya.
Bila bagian ujungnya dikupas akan terdapat biji mahoni berwarna putih kecoklatan dengan tekstur lembut seperti gabus yang mudah disobek.