24 Nov 2021 0 komentar By: Gede Astawan

Bebladbadan atau Paribasa

Bebladbadan atau Paribasa adalah peribahasa atau perumpamaan kalau disamakan ke dalam bahasa Indonesia.

Terdiri dari 3 kalimat, yaitu bantang, arti sujati, arti paribasa.

Struktur kalimatnya adalah bantang = arti sujati = arti paribasa.

Contoh:

1. Mekunyit di alas = temu = matemu (bertemu/ketemuan)

(Penjelasan: kunyit di alas adalah nama sebuah umbi kunyit yang ada di hutan, yaitu namanya adalah temu. Sehingga arti kiasannya/arti peribasanya menjadi matemu yaitu bertemu (ketemuan)).

2. Mewayang gadang = kresna = tresna (cinta/love)

(Penjelasannya: wayang gadang artinya wayang yang berwarna hijau, dalam hal ini yaitu wayang tokoh Sri Khrisna yaitu Kresna. Sehingga arti kiasannya menjadi tresna atau cinta)

3. Majempong bebek = jambul = ngambul (minggat/kesal)

(Penjelasannya: jempong bebek yaitu sebuah bentuk rambut yang menyembul diatas kepala, namanya adalah jambul kalau dalam bahasa bali. Sehingga arti kiasannya menjadi ngambul atau minggat.

4. Mabuah jaka = beluluk = nguluk-nguluk (berbohong)

(Penjelasannya: buah jaka maksudnya adalah buah aren atau buah pohon enau bahan tuak. Dalam bahasa Bali nama buahnya adalah beluluk, kalau dalam bahasa Indonesia menjadi kolang-kaling kalau sudah dimasak. Sehingga arti kiasannya menjadi nguluk-nguluk yaitu berbohong)

5. Medasar nasi = entip = ngintip

(Penjelasannya: jika kita masak nasi khususnya masak bubur, maka didasar panci akan ada nasi yang berwarna hitam karena agak matang, namanya dalam bahasa Bali adalah entip. Sehingga arti kiasannya menjadi ngintip, yaitu melihat/mengamati orang secara diam-diam, entah itu orang mandi atau orang ganti baju)

Baiklah sekian dulu pembahasan kali ini mengenai bebladbadan yaitu sebuah karya sastra klasik dalam Bahasa Bali yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dapat menjadi atau disamakan dengan Peribahasa atau Perumpamaan.