Hasil remidi UH 1 Dasar Teknik Otomotif
Kelas : X TKR 1
Bagi yang hasil remidinya di bawah kkm akan diberikan tugas remidi saat pembelajaran Selasa.
Hidup adalah perjalanan yang sangat indah. Jadi nikmati dan berbahagialah atas segala keindahan yang telah diberikan kepadamu. Berbagilah pengetahuan dan kedamaian dengan sesama dan semoga semua hidup berbahagia.
Hasil remidi UH 1 Dasar Teknik Otomotif
Kelas : X TKR 1
Berikut ini disajikan ringkasan masa prasejarah di Bali dengan gaya linimasa naratif yang mudah dimengerti dengan berdasarkan pada bukti berupa penemuan artefak.
Perkiraan Waktu: Sekitar 500.000 – 10.000 SM.
Ciri Kehidupan: Manusia purba hidup berpindah-pindah (nomaden), bergantung penuh pada alam dengan berburu dan mengumpulkan makanan (hunting and gathering).
Lokasi Penemuan: Buleleng (Sembiran, Trunyan, dan Patas).
Jenis Alat/Peninggalan:
Kapak genggam (hand axe)
Kapak perimbas
Alat-alat serpih (flakes) dari batu kasar
Perkiraan Waktu: Sekitar 10.000 – 4.000 SM.
Ciri Kehidupan: Manusia mulai memanfaatkan gua-gua alam sebagai tempat tinggal sementara (abris sous roche) dan mengenali sistem pemakaman yang masih sangat sederhana.
Lokasi Penemuan: Jembrana (Gua Selonding), Jimbaran, dan Trunyan.
Jenis Alat/Peninggalan:
Alat serpih batu yang pengerjaannya lebih halus
Alat-alat dari tulang hewan dan tanduk
Perkiraan Waktu: Sekitar 4.000 – 1.000 SM.
Ciri Kehidupan: Terjadi revolusi kebudayaan. Manusia mulai menetap di desa-desa kecil, bercocok tanam, dan memelihara hewan ternak.
Lokasi Penemuan: Buleleng (Sembiran dan Pedawa) serta Jembrana (Cekik).
Jenis Alat/Peninggalan:
Kapak persegi dan beliung persegi yang sudah diasah atau diupam sampai halus
Perhiasan dari gelang batu
Gerabah tanah liat polos
Perkiraan Waktu: Sekitar 2.000 – 500 SM (bahkan berkembang terus dan menyatu dengan tradisi lokal).
Ciri Kehidupan: Muncul sistem kepercayaan yang kuat terhadap roh leluhur (animisme). Masyarakat membangun struktur berbatu besar sebagai sarana penghormatan dan tempat pemakaman.
Lokasi Penemuan: Gianyar (Bedulu dan Pejeng), Tabanan (Pupuan), dan Bangli.
Jenis Alat/Peninggalan:
Sarkofagus: Peti jenazah dari batu tunggal (sangat melimpah di Bali, sering kali dipahat menyerupai bentuk wujud manusia atau bertanduk)
Menhir (tugu batu)
Punden berundak
Dolmen (meja batu)
Perkiraan Waktu: Sekitar 500 SM hingga Abad ke-8 Masehi (sampai ditemukannya bukti tulisan pertama).
Ciri Kehidupan: Masyarakat sudah sangat maju dengan spesialisasi pekerjaan (munculnya kelas pengrajin logam), perdagangan antarpulau yang pesat, dan teknologi peleburan perunggu serta emas.
Lokasi Penemuan: Pejeng (Gianyar), Sembiran (Buleleng), dan Gilimanuk (Jembrana).
Jenis Alat/Peninggalan:
Nekara Perunggu "Bulan Pejeng": Nekara cetakan tunggal terbesar di dunia yang disimpan di Pura Penataran Sasih, Pejeng
Tajak (alat pertanian) dan senjata dari perunggu
Cetakan batu (bivalve) untuk membuat alat logam
Perhiasan emas dan koin kepeng kuno (pis bolong)
Sejarah Bali Yang Asli, Lengkap, Runut, dan Berdasarkan Bukti Otentik
Halo semua berikut aku sajikan sejarah Bali yang lengkap yang berdasarkan pada prasasti yaitu bukti paling otentik (paling terpercaya) dalam mempelajari sejarah. Prasasti bisa berupa lempeng tembaga emas atau perak, atau bisa juga berupa batu bertulis.
Urutan ini murni disusun secara kronologis berdasarkan angka tahun Śāka yang tertulis pada lempengan atau batu prasastinya, yang kemudian dikonversi ke tahun Masehi (ditambah 78 tahun).
Pembagian era atau jaman mengikuti kronologi epigrafi para arkeolog (seperti Goris, Stein Callenfels, dan Poerbatjaraka), dari angka tahun tertua yang pernah ditemukan di Bali sejauh ini. Yuk disimak ringkasan secara urut sejarah Bali berdasarkan bukti tertulis:
882 M (804 Śāka) — Prasasti Sukawana A I (prasasti berangka tahun tertua di Bali).
914 M (836 Śāka) — Prasasti Blanjong (nama raja pertama tercatat, Kesari Warmadewa).
989–1077 M — Era Udayana hingga Anak Wungsu (puncak penggunaan bahasa Jawa Kuno pada prasasti).
1178–1181 M — Era Raja Jayapangus.
1343 M — Era transisi ekspedisi Gajah Mada (Kerajaan Majapahit).
Sejarah tertulis Bali dimulai dari lempengan tembaga yang diterbitkan oleh badan pemerintahan Bali Kuno tanpa menyebut nama raja yang memerintah saat itu.
Prasasti Sukawana A I (804 Śāka / 882 M):
Prasasti Bebetin A I (818 Śāka / 896 M):
Nama raja Bali pertama yang tercatat jelas secara epigrafis muncul pada awal abad ke-10.
Prasasti Blanjong (836 Śāka / 914 M):
Prasasti Gobleg & Kebon Edan: Mencatat raja-raja penerus seperti Ugrasena (915–942 M) yang mengeluarkan banyak prasasti terkait pembebasan pajak (sīma) untuk desa-desa di pegunungan, serta Raja Tabanendra Warmadewa dan Raja Jayasingha Warmadewa (960 M).
Puncak perkembangan politik Bali Kuno terjadi pada era pernikahan politik antara kerajaan Bali dan Jawa.
Prasasti Bebetin E (911 Śāka / 989 M) & Prasasti Serai: Dikeluarkan oleh Raja Gunapriya Dharmapatni (putri dari Kerajaan Medang, Jawa) bersama suaminya, Dharmodayana Warmadewa (Raja Udayana). Prasasti pada era ini mulai menggunakan bahasa Jawa Kuno, menandakan masuknya pengaruh Jawa di birokrasi Bali. Dari pasangan inilah lahir putra sulung mereka, Airlangga, yang kemudian menjadi raja besar di Jawa (Kerajaan Kahuripan).
Prasasti Bebetin XI & Prasasti Batuan (974 Śāka / 1052 M - 1077 M): Dikeluarkan oleh putra bungsu Udayana, yaitu Raja Anak Wungsu. Ia adalah raja yang paling banyak meninggalkan prasasti di Bali (lebih dari 30 prasasti tembaga). Isinya sebagian besar mengatur tata kelola hukum desa, irigasi sawah (huma), dan pembebasan pajak.
Setelah berhentinya dinasti Warmadewa, muncul raja-raja menggunakan gelar Jaya.
Prasasti Cikora & Prasasti Terunyan (1178 M–1181 M): Diterbitkan oleh Raja Śrī Mahārāja Hji Jayapangus Arkajadewa. Ia meninggalkan puluhan lempeng tembaga yang mengatur sistem perpajakan, hukum waris, hingga struktur badan keagamaan.
Prasasti Batur Pura Abang A (1233 Śāka / 1311 M): Mencatat masa pemerintahan Raja Maha Guru Śrī Tarunaputra.
Prasasti Gunung Kawi (1343 M): Periode ini menandai peralihan politik besar ketika Kerajaan Majapahit di bawah ekspedisi Gajah Mada menundukkan kerajaan Bali Kuno. Prasasti-prasasti pasca-1343 M mencatat pengangkatan raja-raja bawahan (Vassal) dari Majapahit yang berkedudukan di Samprangan dan kemudian Gelgel.
Nilai Ulangan Harian 1 - DTO
Kelas : X TKR 2
Semester : 2
Untuk yang nilainya di bawah KKM akan diadakan remidi pada hari Jumat, 10 April 2026.
|
I GEDE AGUS UPEDANA |
68 |
|
I GEDE BAYU JULIARTA |
73 |
|
I GEDE INDRA |
85 |
|
I GEDE JANULANTARA |
35 |
|
I GEDE PASEK PURNAMA PRATMAJA |
88 |
|
I GEDE PUTU ARYA PRATAMA |
33 |
|
I GEDE SUMA ANTARA |
|
|
I GUSTI AGUS LANANG BAYU SAPUTRA |
75 |
|
I GUSTI NGURAH GANGGA BAGIADA |
65 |
|
I KADEK AGUS DWI ANDIKA |
63 |
|
I KADEK RIZKY WIANJAYA |
73 |
|
I KADEK YOGA SUPARSANA |
45 |
|
I KADEK YUDA SUKAYANA |
95 |
|
I KETUT SUKRAWAN |
95 |
|
I KOMANG AGUS WIDIANA |
M |
|
I MADE SUGIARTA |
23 |
|
I MADE SUMADI |
M |
|
I PUTU ANDIKA WIDNYANA |
88 |
|
I WAYAN KANI ARTA |
48 |
|
I WAYAN WIDIA APRIANA |
63 |
|
KOMANG EDI PRANATA |
M |
|
MADE HERI WANGSA |
M |
|
PUTU GEDE HENDRA PRATAMA |
73 |
Berikut saya ringkas
berbagai jenis batu mulia, batu permata, atau batu akik yang sudah
dikelompokkan sesuai dengan kekerasannya disertai rumus kimia dan contoh
variasi warnanya.
10 skala mohs
Berlian, rumusnya C atau
karbon murni dengan struktur molekul berbentuk kubus dan kekerasannya paling
tinggi yaitu 10 skala mohs.
9 skala mohs
Keluarga Korundum contoh
ruby atau mirah (al2o3+Cr), sapphire (α-Al2O3) dengan kekerasan 9 skala mohs.
8 skala mohs
7 skala mohs
6 skala mohs
Demikian sedikit
ringkasan saya tentang kekerasan batu permata, rumus kimia batu mulia batu
permata, serta beberapa contoh batu permata berdasarkan warna dan kekerasannya.
Berikut adalah beberapa emosi negatif dan penyakit yang ditimbulkan akibat emosi negatif tersebut.
1. Maag
Bukan hanya diakibatkan oleh kesalahan pola makan yg tidak teratur, akan tetapi justru lebih didominasi karena stress. Coba untuk lebih merasa fresh atau lega dan memerdekakan diri.
2. Hypertensi
Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin atau makan daging, tapi lebih dominan diakibatkan karena kesalahan dalam memanajemen emosi. Jadi cobalah dengan cara mengatur emosi dan rasa amarah agar stabil.
3. Kolesterol
Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.
4. Asma
Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi disebabkan karena sering merasa sedih yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi coba terus untuk membuat suasana hati menjadi riang dan gembira.
5. Diabetes / kencing manis
Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glukosa, atau makanan yang manis-manis, tapi bisa saja sikap egois dan keras kepala yang mengganggu fungsi pankreas. Coba ikhlas dan rela dalam segala hal. Pasti akan menyembuhkan kencing manis.
6. Liver
Bukan hanya karena kesalahan pada pola tidur, tapi sifat ngrasani orang lain yang justru merusak hati kita. Coba untuk membuat hati kita tenang dan damai.
7. Jantung koroner
Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yang membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.
Jadi kalau kita ingin selalu sehat, hindari sifat-sifat seperti: iri, dengki, dendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan sifat buruk lainnya, karena itu semua merupakan sumber penyakit.
Berikut adalah beberapa bebladbadan dalam bahasa Bali
Jaja Sagon
Jaja sagon adalah salah satu jajanan kuliner Bali yang sangat enak bila dipakai sebagai cemilan. Jaja sagon lebih banyak terdapat di Gianyar Bali khususnya daerah Peliatan Ubud. Jaja sagon termasuk penganan kering yang manis dan lembut.
Jaja sagon terbuat dari bahan tepung, kelapa parut dan gula pasir. Adonan tersebut dicampur secara manual dengan tangan hingga merata dan tanpa diisi air. Selanjutnya adonan dimasukkan ke dalam cetakan yang terbuat dari batok kelapa halus kemudian di panggang diatas api namun dialasi seng agar batok kelapa tidak terbakar. Bila sudah matang, balik batok kelapa tadi diatas loyang/kapar.Jaja sagon kemudian digulung dan dibungkus-bungkus dengan plastik atau mika dan siap disajikan atau dijual di pasar dan warung-warung pinggir jalan.Jaja Laklak
Jaja laklak adalah salah satu jajanan Bali yang paling populer di kalangan masyarakat. Versi lebih gede dari jaja laklak sering disebut Kue Serabi. Jaja Laklak sering dipakai untuk teman minum kopi dan teh. Jaja laklak dapat ditemui hampir di seluruh kabupaten di Bali pada pasar tradisional. Namun banyak juga dijual di lapak-lapak pinggir jalan pada sore hari.
Cara penyajian jaja laklak hampir sama dengan jaja Bali yang lain yaitu ditaburi parutan kelapa dan dituangi larutan gula merah dan jaja laklak siap dihidangkan hangat-hangat.
Jaja Lukis
Jaja lukis atau kue lupis (bahasa Indonesia) adalah salah satu jajanan tradisional Bali yang enak dan legit. Jaja lukis banyak dijual di pasar-pasar tradisional khususnya pada pagi hari. Biasanya saat ibu-ibu belanja ke pasar, maka sebagai oleh-oleh anaknya dia belikan kue lukis.
![]() |
| Gb jaja lukis yang sudah dibuka dari daunnya |
![]() |
| Gb jaja lukis yang disajikan bersama jaja giling-giling |
Jaja Giling - Giling
Jaja giling-giling banyak ditemui di pasar tradisional di Bali. Bahkan sekarang sering dijual di warung-warung jajan di pinggir jalan, yang biasanya jualan sore-sore.