2 Mei 2024 0 komentar By: Gede Astawan

Komponen Komponen Sistem AC (air conditioner)

 Komponen Utama Sistem AC

1. Kompresor

2. Kondensor

3. Receiver Dryer

4. Katup Ekspansi

5. Evaporator


Cara kerja sistem AC:

Refrigeran dipompa atau ditekan di dalam kompresor sehingga tekananannya meningkat dan akibatnya suhunya pun meningkat. Selanjutnya refrigeran berubah wujud menjadi cair dan mengalir menuju kondensor. Didalam kondensor, refrigeran didinginkan dan suhunya menjadi turun namun wujudnya masih berupa cairan. Selanjutnya refrigeran mengalir menuju receiver atau dryer untuk dikumpulkan dan disaring dari kotoran. Lalu cairan refrigeran mengalir menuju katup ekspansi dan mengalami penyemprotan sehingga wujudnya berubah menjadi titik-titik cairan atau embun gas dan suhunya pun ikut menurun seiring dengan tekanannya yang juga menurun. Refrigeran dalam wujud gas mengalir menuju evaporator dimana disini refrigeran menangkap panas dari kabin dan juga suhu dingin refrigeran mengalir menuju kabin dihembuskan oleh blower. Akibatnya suhu refrigeran meningkat dan keluar menuju kompresor untuk selanjutnya ditekan atau dipadatkan lagi sehingga menjadi wujud cairan dan suhunya meningkat lagi. Demikian terus secara berulang.

23 Sep 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Arti Kode SAE Oli Mobil dan Motor

 ARTI KODE OLI / MINYAK PELUMAS KENDARAAN

Setiap kendaraan bermotor telah ditetapkan sebuah oli standar / minyak pelumas standar yang wajib dipakai saat kendaraan tersebut akan mengganti oli. Standar oli yang akan dipakai mengganti haruslah sesuai dengan kode yang diberikan oleh pabrikan. Kode-kode oli tersebut meliputi, SAE, JASO, dan API SERVICE. Adapun pengertian dari kode oli SAE, JASO, dan API SERVICE akan dijelaskan secara mudah dan detail dibawah ini. Silakan disimak dengan baik.

SAE memiliki kepanjangan Society of Automotive Engineers yang memiliki arti sebuah perkumpulan para insinyur otomotif yang mengatur tentang standar kekentalan sebuah oli mesin. Macam-macam kode SAE oli antara lain: SAE 10W – 30, SAE 10W – 40, SAE 15W – 40, SAE 20W – 40, dan SAE 20W – 50.

Penjelasan:
a). SAE 10W – 30
  1. Huruf W berarti Winter.
  2. Angka 10 di depan W menunjukkan nilai kekentalan oli pada suhu dingin. Biasanya angka di depan ini dipertimbangkan oleh mobil-mobil yang berada di daerah dingin seperti di daerah Eropa, atau Jepang.
  3. Angka 30 di belakang W menunjukkan nilai kekentalan oli pada suhu panas. Semakin besar angka ini, maka nilai kekentalannya juga meningkat.
b). SAE 10W – 40
  1. Huruf W berarti Winter
  2. Angka 10 di depan W berarti pada suhu dingin di Eropa, maka nilai kekentalannya adalah 10, sama dengan oli berkode SAE 10W – 30 di atas.
  3. Sedangkan angka 40 di belakang, berarti pada suhu panas yang sama derajat panasnya dengan oli SAE 10W – 30, maka oli SAE 10W – 40 akan memiliki nilai kekentalan yang lebih tinggi (lebih kental).
Contohnya jika ada oli dengan kode SAE 5W – 30, maka oli ini akan lebih encer pada saat cuaca dingin daripada oli dengan kode SAE 10W – 30. Hal ini berarti bahwa oli lebih cepat mengalir saat mobil dinyalakan pada suhu dingin. Kesimpulannya, bila angka di belakang makin tinggi, maka nilai kekentalan oli itu akan semakin tinggi atau makin kental saat diperbandingkan pada suhu yang sama.

Biasanya bila kode di depan huruf W menunjukkan angka 10, maka oli masih mengalir dengan baik pada temperatur -30 derajat celcius. Bila kode di depan 15, maka oli masih mengalir dengan baik pada suhu -25 derajat celcius. Dan bila kode di depan 20, maka oli masih mengalir dengan baik pada suhu maksimal -20 derajat celcius.



31 Agu 2022 0 komentar By: Gede Astawan

5 Fungsi Pelumas Pada Kendaraan

 Adapun fungsi minyak pelumas atau oli pada kendaraan atau engine yaitu:

1. Sebagai pelumas (pengurang gesekan)

Berarti untuk melumasi bagian-bagian mesin yang bergesekan, seperti piston dengan dinding silinder (tabung silinder), camlobe dengan tappet, dan komponen mesin lainnya yang saling bersentuhan.

2. Sebagai perapat

Sebagai perapat disini adalah untuk merapatkan celah antara ring piston dengan dinding silinder sehingga kompresi menjadi rapat dan padat. Dalam artian tidak ada kebocoran menuju ke bak engkol.

3. Sebagai pendingin

Berarti oli berfungsi menyalurkan panas yang diterima oleh piston lalu disalurkan ke dinding silinder, lalu dari dinding silinder panas mengalir ke air pendingin di dalam saluran pendingin pada blok silinder.

4. Sebagai peredam

Sebagai peredam adalah untuk meredam hentakan antara komponen-komponen mesin yang bersentuhan kejut, seperti batang katup dengan tappet, dan tappet dengan camlobe, dan bagian mesin lainnya yang jika bergerak menimbulkan suara berisik. Dengan adanya minyak pelumas, suara-suara tersebut bisa diredam.

5. Sebagai anti karat

Artinya oli berfungsi untuk melapisi logam dari komponen mesin sehingga tidak bereaksi dengan udara dan disini dapat mencegah terjadinya korosi/karat. Korosi sendiri sebenarnya adalah reaksi antara logam dengan udara yang menghasilkan bijih logam yang berwarna kemerahan.

Demikian penjelasan singat tentang fungsi minyak pelumas / oli pada mesin kendaraan. Semoga bermanfaat.

1 Agu 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Download Format ATP Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar

DOWNLOAD ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN REKAYASA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK OTOMOTIF

Alur tujuan pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara logis menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Tujuan pembelajaran adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki peserta didik dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, yang menjadi prasyarat untuk dapat mencapai “Capaian Pembelajaran”. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Alur dan tujuan pembelajaran ini disusun untuk capaian pembelajaran fase E yang telah ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Pada fase ini membekali peserta didik dalam memahami kompetensi-kompetensi yang mendasari penguasaan keahlian teknik otomotif atau kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, kendaraan ringan hingga alat berat.  Agar tujuan pembelajaran mudah dicapai, perlu adanya alur pembelajaran yang runtut, saling berkaitan, serta keragaman teks maupun konteks.

klik disini untuk mendownload contoh format ATP Alur Tujuan Pembelajaran Mapel Dasar Dasar Teknik Otomotif Kurikulum Merdeka Belajar.

Format tersebut masih belum sempurna silakan dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. 

Silakan mendonwload format ATP Kurikulum merdeka belajar diatas dan dibagikan untuk dikembangkan lebih lanjut. 

18 Jul 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Program Tahunan PMKR Kelas XI

 Berikut adalah contoh program tahunan untuk mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan PMKR dari jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan) kelas XI. Silakan download program tahunan PMKR kelas XI dibawah ini.

PROGRAM TAHUNAN

 

Nama Sekolah                    : SMK ............

Tahun Pelajaran                  : 2022/2023

Mata Pelajaran                    : PMKR

Kelas / Paket Keahlian       : XI TKR/Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

 

Semester

Kompetensi Dasar/Materi Pembelajaran

Alokasi Waktu (JP)

I

3.1    Menerapkan cara perawatan sistem utama engine dan mekanisme katup

4.1 Merawat berkala sistem utama engine dan mekanisme katup

3.11 Mendiagnosis kerusakan mekanisme  kepala silinder dan kelengkapannya

4.11 Memperbaiki mekanisme  kepala silinder dan kelengkapannya

3.12 Mendiagnosis kerusakan mekanisme  blok silinder dan kelengkapannya

4.12 Memperbaiki mekanisme  blok silinder dan kelengkapannya

3.2    Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan

4.2 Merawat berkala sistem pelumasan

3.13 Mendiagnosis kerusakan sistem pelumasan

4.13 Memperbaiki sistem pelumasan

3.3    Menerapkan cara perawatan sistem  pendinginan

4.3    Merawat berkala sistem pendinginan

3.14 Mendiagnosis kerusakan sistem pendinginan

4.14 Memperbaiki sistem pendinginan

 

12

 

20

 

18

 

18

 

18

 

18

 

8

8

9

9

8

8

9

9

Jumlah JP Semester I

172

II

3.4    Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar bensin konvensional/karburator

4.4   Merawat berkala sistem  bahan bakar bensin konvensional/karburator

3.15 Mendiagnosis kerusakan sistem bahan bakar bensin konvensional/karburator

4.15 Memperbaiki sistem bahan bakar bensin konvensional/ karburator

3.5    Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

4.5   Merawat berkala sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

3.16 Mendiagnosis kerusakan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

4.16 Memperbaiki sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

16

 

16

 

9

 

18

 

16

 

 

16

 

9

 

18

 

Jumlah JP Semester II

118

Jumlah Total JP Dalam Setahun

290

 

 

 

 Semoga program tahunan PMKR Kelas XI dapat berguna. Silakan download atau copy paste dan sempurnakan serta share kepada teman-teman semua. Salam sukses.

 

 

 

 

 

 

17 Jul 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Cara Pasang Kabel Speedometer Vespa PS Strada

Memasang Kabel Speedometer dan Gigi Nanas Vespa PS Strada

Halo sahabat vespa, kali ini saya mau berbagi pengalaman saya mengganti gigi nanas dan memasang kabel speedometer vespa. Kebetulan gigi nanas vespa saya sudah aus karena lama tidak pernah diganti, dan juga kebetulan kabel speedometernya tidak isi. Jadi ini juga berisi cara masang kabel speedometer tanpa bantuan alat apapun. Oke kita langsung saja eksekusi pemasangan kabel speedometer vespanya. 

1. Kita beli dulu gigi nanas dan kabel speedometer sesuai jenis vespa kita. Jadi kalau saya ke toko itu minta kabel speedometer PS Strada 2 dan termasuk gigi nanasnya. Dibawah ini penampakannya:


2. Selanjutnya kita lepas dulu komponen baut speedometer di bagian bawah, letaknya persis dibawah porek. Pakai kunci ring 17. Kalau kabel speedometernya masih nempel, putar dulu pengunci kabel ke murnya pake tang. Kira-kira kalau dilepas seperti dibawah ini gambarnya:
lepas kabel speedometer

lalu lepas mur penahan gigi nanas ini

3. Selanjutnya kita buka batok atasnya, lalu lepaskan mur pegangan kabel speedometer ke speedometernya dengan tang. Jika telah lepas kita masukkan kabel speedometer dari atas ke lubang porek. Lihat gambar dibawah ini:
ini masukinnya jangan kebalik, karena bagian atas
ada klip penahan di kabel speedometernya

4. Dorong terus kebawah sambil dicari selahnya, karena kadang gesekan sama kabel rem, jadi ketika dia telah sampai agak kebawah, intip di lubang porek bawah, jika sudah muncul, masukin obeng min kecil buat ngeluarin ujung kabel speedometer, dari lubang porek. Lihat gambar dibawah ini:


ini kabelnya sudah saya tarik dari lubang porek, 
hanya dengan bantuan obeng min kecil dan tang.

5. Selanjutnya kita pasang dulu gigi nanas yang baru, jangan lupa isikan grease atau gemuk ke lubang asalnya serta gemukin juga di sekujur gigi nanasnya, biar licin muternya. Lihat gambar dibawah:
ini lagi proses memasukkan grease ke lubang gigi nanas,
memakai bantuan batang lidi.

ini gigi nanasnya juga saya kasi gemuk, sampai ke porosnya juga.

6. Selanjutnya masukin saja gigi nanas ke lubangnya, lalu masukkan kembali komponen penutupnya, serta jangan lupa masang komponen pembuang cairan. Lihat gambarnya:

7. Sekarang kita pasang kabel speedometernya. Tinggal masukin saja ke lubangnya, lalu kunci dengan mur pengunci kabel itu dengan tang. Selesai bagian bawahnya. Lihat detail gambar dibawah ini:

ingat ini ujung bawah ada 3 bagian: 
besi kuningan, mur pengunci, sama karet penutup debu.


tinggal puter itu mur silver pakai tang.
Ingat cek juga ring kuningan sudah mengunci kabel speedometer
ketika mur diputar dengan tang. Agar kabelnya tidak lepas dijalan!!
Cek-cek lagi pada bagian ini.

8. Selanjutnya tinggal pasang kabel speedometer bagian atas ke speedometernya dengan bantuan tang. Lalu rapikan kembali batoknya dipasang, dan selesai.

Ya demikianlah cara memasang gigi nanas vespa PS Strada dan juga cara memasang kabel speedometer secara gampang. Silakan kawan-kawan vespa berimprovisasi dengan cara unik masing-masing. Semoga tutorial ini bermanfaat. Dan salam mesin kanan, treng teng teng.











23 Mei 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Fungsi Sensor pada Mobil Injeksi

Beberapa sensor penting pada mobil injeksi dan fungsinya


1. IAT (INTAKE AIR TEMPERATUR) SENSOR

Yaitu Sensor Udara Masuk. Fungsinya untuk mengukur suhu udara yang masuk ke mesin melalui saringan udara. Data ini akan digunakan oleh ECU untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar.

Letaknya ada di box saringan udara.

 

2. TPS (THROTTLE POSITION SENSOR)

Yaitu sensor skep gas. Fungsinya untuk mengetahui derajat bukaan skep gas.  Data dari sensor ini digunakan oleh ECU untuk menentukan jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar. Semakin skep gas terbuka, semakin banyak udara masuk, maka tentunya semakin banyak juga bahan bakar yang harus diinjeksinya agar campurannya sesuai.

Letaknya di throttle body.

 

3.MAP (MANIFOLD ABSOLUTE PRESSURE) SENSOR

Yaitu sensor tekanan udara manifol. Fungsinya untuk menghitung kepadatan udara yang masuk ke mesin atau menghitung kevakuman udara di dalam intake manifold. Data dari sensor ini digunakan oleh ECU untuk menentukan jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar sesuai kebutuhan mesin.

Letaknya ada di belakang throtle body dekat dengan intake manifold.

 

4. CMP (CAMSHAFT POSITION) SENSOR

Yaitu sensor pendeteksi posisi noken as (camshaft). Fungsinya untuk mengetahui posisi poros noken dan dikirim ke ECU. Datanya digunakan oleh ECU untuk menentukan pengapian di busi melalui coil.

Letaknya di dekat poros nok atau camshaft.

 

5. CKP (CRANKSHAFT POSITION) SENSOR

Yaitu sensor pendeteksi posisi crankshaft/poros engkol. Fungsinya untuk mengetahui sudut dari crankshaft dan datanya akan dikirim ke ECU. Selanjutnya oleh ECU data ini digunakan untuk menentukan waktu penyemprotan bahan bakar, lama penyemprotan, dan waktu pengapian pada tiap-tiap coil.

Letaknya didekat puli crankshaft atau kruk as.

 

6. WTS (WATER TEMPERATURE SENSOR)

Yaitu sensor suhu air pendingin mesin. Fungsinya untuk mendeteksi suhu mesin (suhu air radiator) dan data dikirim ke ECU. Selanjutnya digunakan oleh ECU data ini digunakan untuk menghidupkan dan mematikan kipas radiator. Sensor WTS ini juga sering disebut ECT (ENGINE COOLANT TEMPERATURE).

Letaknya biasanya didekat thermostat atau pada jalur sistem pendingin mesin.


7. O2 SENSOR (OXIGEN SENSOR)

Yaitu sensor pendeteksi oksigen. Fungsinya untuk mendeteksi jumlah kandungan oksigen dalam gas buang. Data ini selanjutnya digunakan oleh ECU untuk menentukan bahwa suatu campuran itu kurus atau gemuk.

Letaknya biasanya di exhaust manifold atau di knalpot dekat dengan catalytic converter.


Ya demikian dulu pembahasan saya mengenai fungsi sensor mobil injeksi secara umum, dan juga letak sensor mobil injeksi. Untuk selanjutnya artikel ini akan terus dikembangkan untuk membantu sebagai bahan ajar pada sistem mobil injeksi. Salam Sukses...