2 Mei 2024 0 komentar By: Gede Astawan

Komponen Komponen Sistem AC (air conditioner)

 Komponen Utama Sistem AC

1. Kompresor

2. Kondensor

3. Receiver Dryer

4. Katup Ekspansi

5. Evaporator


Cara kerja sistem AC:

Refrigeran dipompa atau ditekan di dalam kompresor sehingga tekananannya meningkat dan akibatnya suhunya pun meningkat. Selanjutnya refrigeran berubah wujud menjadi cair dan mengalir menuju kondensor. Didalam kondensor, refrigeran didinginkan dan suhunya menjadi turun namun wujudnya masih berupa cairan. Selanjutnya refrigeran mengalir menuju receiver atau dryer untuk dikumpulkan dan disaring dari kotoran. Lalu cairan refrigeran mengalir menuju katup ekspansi dan mengalami penyemprotan sehingga wujudnya berubah menjadi titik-titik cairan atau embun gas dan suhunya pun ikut menurun seiring dengan tekanannya yang juga menurun. Refrigeran dalam wujud gas mengalir menuju evaporator dimana disini refrigeran menangkap panas dari kabin dan juga suhu dingin refrigeran mengalir menuju kabin dihembuskan oleh blower. Akibatnya suhu refrigeran meningkat dan keluar menuju kompresor untuk selanjutnya ditekan atau dipadatkan lagi sehingga menjadi wujud cairan dan suhunya meningkat lagi. Demikian terus secara berulang.

10 Okt 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Kosa Kata Bahasa Bali Kuno (Bahasa Bali Lama)

BAHASA BALI KUNO

Pada artikel kali ini, saya akan sharing atau berbagai tentang beberapa kata dalam bahasa Bali yang sudah sangat jarang dipakai. Artikel ini saya buat sebagai bentuk pelestarian terhadap perbendaharaan kata dalam bahasa Bali. Beberapa kata berikut mungkin akan terdengar asing bagi sahabat, namun itu dapat juga dibaca sebagai sebuah hiburan atau nostalgia. Yuk kita simak saja di bawah ini:

1. lumur = gelas

2. cekot = sendok

3. pucung = botol

4. celana katok = celana pendek

5. jaler = celana panjang

6. klukuh = ember timba air sumur

7. tungked = tongkat

8. pues/paes = air liur/air ludah

9. dampeh/upin = tiup

10. delokin = cari

11. delok = lihat
12. ongkon/orahina = disuruh/suruh
13. medem = tidur
14. senget/cegut/gincer = disengat
15. mok = gelas jaman lama dari besi/seng
16. jembung = mangkok
17. song = lubang
18. tendas = kepala
19. puruh = sakit kepala
20. antos = tunggu
21. anti = tunggu
22. antosin/antiang = tungguin
23. kanti/timpal = teman
24. bek/begeh = liu
25. med = bosan
26. mekelo = lama (waktu)
27. perah = sifat
28. kadung tuman = kadung dibiarin jadi jelek sifatnya
29. tepuk/not = lihat
30. diman/mik = cium
31. gelut = merangkul
32. cangkling = diikat (tangan/anggota tubuhnya)
33. lus/kelesin = lepasin
34. belus = basah
35. jemet = rajin
36. mayus = malas
37. kasep = telat/terlambat
38. ngambul = minggat/ngambek

Nah demikian beberapa kosa kata Bali lama yang dapat saya tuliskan. Setiap saat akan saya update kosakatanya agar bertambah pengetahuan kita. Jika ada tambahan bisa sahabat tulis di kolom komentar. Salam Sukses...


23 Sep 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Arti Kode SAE Oli Mobil dan Motor

 ARTI KODE OLI / MINYAK PELUMAS KENDARAAN

Setiap kendaraan bermotor telah ditetapkan sebuah oli standar / minyak pelumas standar yang wajib dipakai saat kendaraan tersebut akan mengganti oli. Standar oli yang akan dipakai mengganti haruslah sesuai dengan kode yang diberikan oleh pabrikan. Kode-kode oli tersebut meliputi, SAE, JASO, dan API SERVICE. Adapun pengertian dari kode oli SAE, JASO, dan API SERVICE akan dijelaskan secara mudah dan detail dibawah ini. Silakan disimak dengan baik.

SAE memiliki kepanjangan Society of Automotive Engineers yang memiliki arti sebuah perkumpulan para insinyur otomotif yang mengatur tentang standar kekentalan sebuah oli mesin. Macam-macam kode SAE oli antara lain: SAE 10W – 30, SAE 10W – 40, SAE 15W – 40, SAE 20W – 40, dan SAE 20W – 50.

Penjelasan:
a). SAE 10W – 30
  1. Huruf W berarti Winter.
  2. Angka 10 di depan W menunjukkan nilai kekentalan oli pada suhu dingin. Biasanya angka di depan ini dipertimbangkan oleh mobil-mobil yang berada di daerah dingin seperti di daerah Eropa, atau Jepang.
  3. Angka 30 di belakang W menunjukkan nilai kekentalan oli pada suhu panas. Semakin besar angka ini, maka nilai kekentalannya juga meningkat.
b). SAE 10W – 40
  1. Huruf W berarti Winter
  2. Angka 10 di depan W berarti pada suhu dingin di Eropa, maka nilai kekentalannya adalah 10, sama dengan oli berkode SAE 10W – 30 di atas.
  3. Sedangkan angka 40 di belakang, berarti pada suhu panas yang sama derajat panasnya dengan oli SAE 10W – 30, maka oli SAE 10W – 40 akan memiliki nilai kekentalan yang lebih tinggi (lebih kental).
Contohnya jika ada oli dengan kode SAE 5W – 30, maka oli ini akan lebih encer pada saat cuaca dingin daripada oli dengan kode SAE 10W – 30. Hal ini berarti bahwa oli lebih cepat mengalir saat mobil dinyalakan pada suhu dingin. Kesimpulannya, bila angka di belakang makin tinggi, maka nilai kekentalan oli itu akan semakin tinggi atau makin kental saat diperbandingkan pada suhu yang sama.

Biasanya bila kode di depan huruf W menunjukkan angka 10, maka oli masih mengalir dengan baik pada temperatur -30 derajat celcius. Bila kode di depan 15, maka oli masih mengalir dengan baik pada suhu -25 derajat celcius. Dan bila kode di depan 20, maka oli masih mengalir dengan baik pada suhu maksimal -20 derajat celcius.



21 Sep 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Contoh Wewangsalan

Pengertian Wewangsalan

Wewangsalan adalah satu satu peribahasa dalam Bahasa Bali. Wewangsalan adalah pantun Bali yang mengandung sindiran, atau gurauan. Wewangsalan ini ada dua jenisnya, yaitu yang terdiri dari dua baris dan yang terdiri dari empat baris.

a. Wewangsalan yang terdiri dari dua baris bisa diartikan sebagai karmina dalam bahasa Indonesia, yaitu pantun dua baris atau pantun kilat. 

Contoh wewangsalan dua baris:
(1) Tai belek tai blenget
Suba jelek mara inget

(2) Tiing ampel bukunne liu
Jegeg ngontel kutunne liu

(3) Buangit kaligangsa
Megae lengit ngamah gasa

(4) Gamongan dadi jae
omongan dadi gae

(5) Delem sangut merdah tualen
Medem bangun ngamah dogen

(6) Ada tengar mesui kaput,
ada keneh memunyi takut

(7) Asep menyan majegau
tendas lengar matopong kau

(8) Bedeg majemuh,
Jegeg buin lemuh

Ya demikian contoh-contoh wewangsalan dalam peribahasa Bahasa Bali. Untuk contoh wewangsalan empat baris akan dibahas berikutnya. Semoga bermanfaat.

31 Agu 2022 0 komentar By: Gede Astawan

5 Fungsi Pelumas Pada Kendaraan

 Adapun fungsi minyak pelumas atau oli pada kendaraan atau engine yaitu:

1. Sebagai pelumas (pengurang gesekan)

Berarti untuk melumasi bagian-bagian mesin yang bergesekan, seperti piston dengan dinding silinder (tabung silinder), camlobe dengan tappet, dan komponen mesin lainnya yang saling bersentuhan.

2. Sebagai perapat

Sebagai perapat disini adalah untuk merapatkan celah antara ring piston dengan dinding silinder sehingga kompresi menjadi rapat dan padat. Dalam artian tidak ada kebocoran menuju ke bak engkol.

3. Sebagai pendingin

Berarti oli berfungsi menyalurkan panas yang diterima oleh piston lalu disalurkan ke dinding silinder, lalu dari dinding silinder panas mengalir ke air pendingin di dalam saluran pendingin pada blok silinder.

4. Sebagai peredam

Sebagai peredam adalah untuk meredam hentakan antara komponen-komponen mesin yang bersentuhan kejut, seperti batang katup dengan tappet, dan tappet dengan camlobe, dan bagian mesin lainnya yang jika bergerak menimbulkan suara berisik. Dengan adanya minyak pelumas, suara-suara tersebut bisa diredam.

5. Sebagai anti karat

Artinya oli berfungsi untuk melapisi logam dari komponen mesin sehingga tidak bereaksi dengan udara dan disini dapat mencegah terjadinya korosi/karat. Korosi sendiri sebenarnya adalah reaksi antara logam dengan udara yang menghasilkan bijih logam yang berwarna kemerahan.

Demikian penjelasan singat tentang fungsi minyak pelumas / oli pada mesin kendaraan. Semoga bermanfaat.

1 Agu 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Download Format ATP Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar

DOWNLOAD ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN REKAYASA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK OTOMOTIF

Alur tujuan pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara logis menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Tujuan pembelajaran adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki peserta didik dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, yang menjadi prasyarat untuk dapat mencapai “Capaian Pembelajaran”. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Alur dan tujuan pembelajaran ini disusun untuk capaian pembelajaran fase E yang telah ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Pada fase ini membekali peserta didik dalam memahami kompetensi-kompetensi yang mendasari penguasaan keahlian teknik otomotif atau kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, kendaraan ringan hingga alat berat.  Agar tujuan pembelajaran mudah dicapai, perlu adanya alur pembelajaran yang runtut, saling berkaitan, serta keragaman teks maupun konteks.

klik disini untuk mendownload contoh format ATP Alur Tujuan Pembelajaran Mapel Dasar Dasar Teknik Otomotif Kurikulum Merdeka Belajar.

Format tersebut masih belum sempurna silakan dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi di sekolah masing-masing. 

Silakan mendonwload format ATP Kurikulum merdeka belajar diatas dan dibagikan untuk dikembangkan lebih lanjut. 

18 Jul 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Program Tahunan PMKR Kelas XI

 Berikut adalah contoh program tahunan untuk mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan PMKR dari jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan) kelas XI. Silakan download program tahunan PMKR kelas XI dibawah ini.

PROGRAM TAHUNAN

 

Nama Sekolah                    : SMK ............

Tahun Pelajaran                  : 2022/2023

Mata Pelajaran                    : PMKR

Kelas / Paket Keahlian       : XI TKR/Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

 

Semester

Kompetensi Dasar/Materi Pembelajaran

Alokasi Waktu (JP)

I

3.1    Menerapkan cara perawatan sistem utama engine dan mekanisme katup

4.1 Merawat berkala sistem utama engine dan mekanisme katup

3.11 Mendiagnosis kerusakan mekanisme  kepala silinder dan kelengkapannya

4.11 Memperbaiki mekanisme  kepala silinder dan kelengkapannya

3.12 Mendiagnosis kerusakan mekanisme  blok silinder dan kelengkapannya

4.12 Memperbaiki mekanisme  blok silinder dan kelengkapannya

3.2    Menerapkan cara perawatan sistem pelumasan

4.2 Merawat berkala sistem pelumasan

3.13 Mendiagnosis kerusakan sistem pelumasan

4.13 Memperbaiki sistem pelumasan

3.3    Menerapkan cara perawatan sistem  pendinginan

4.3    Merawat berkala sistem pendinginan

3.14 Mendiagnosis kerusakan sistem pendinginan

4.14 Memperbaiki sistem pendinginan

 

12

 

20

 

18

 

18

 

18

 

18

 

8

8

9

9

8

8

9

9

Jumlah JP Semester I

172

II

3.4    Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar bensin konvensional/karburator

4.4   Merawat berkala sistem  bahan bakar bensin konvensional/karburator

3.15 Mendiagnosis kerusakan sistem bahan bakar bensin konvensional/karburator

4.15 Memperbaiki sistem bahan bakar bensin konvensional/ karburator

3.5    Menerapkan cara perawatan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

4.5   Merawat berkala sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

3.16 Mendiagnosis kerusakan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

4.16 Memperbaiki sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)

16

 

16

 

9

 

18

 

16

 

 

16

 

9

 

18

 

Jumlah JP Semester II

118

Jumlah Total JP Dalam Setahun

290

 

 

 

 Semoga program tahunan PMKR Kelas XI dapat berguna. Silakan download atau copy paste dan sempurnakan serta share kepada teman-teman semua. Salam sukses.

 

 

 

 

 

 

24 Mei 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Satua Bali I Lutung Teken I Kakua Mamaling Isen

 I LUTUNG TEKEN I KAKUA MAMALING ISEN

 

Inggih Ida Dane sareng sami sane wangiang titiang, sadurung titiang nyaritayang satuane "I Lutung teken I Kakua Mamaling Isen", pinih riin ngiring ngaturang panganjali umat,

 

Om Swastyastu”

 

Kacarita I Lutung masusupan murang-murang lampah, saget tepukina I Kakua nginyah di sisin abinge. I Lutung matakon, "Ih Kakua, iba ngudiang ditu?". I Kakua masaut nimbal, "Wake nginyah dini, awak wakene dingin, mara suud malebleban". "Iba lutung teka uli dija, tur lakar kija jani?".

I Lutung nyaurin, "Pajalan wakene mula murang-murang lampah lakar ngalih babungkilan". "Sedeng melah iba tepukin wake, jalan masawitra ajak dadua, jele melah bareng-bareng!". "Uduh iba kakua, jalan luas ngalih amah-amahan! Cekuh jaene nedeng mokoh-mokoh. Ditu di abian Dukuh Kantrungan". Keto munyin I Lutunge.

Ajaka dadua lantas ka tegal dane Dukuh. "Nah sedeng melaha suung, jalan enggalang macelep", lantas ajaka dadua lakar ngokoh isen. Sedeng iteha ajaka dadua ngokoh isen, saget teka Dukuh Kantrungan ngaba tumbak sarwi nimpugin. I Lutung ngenggalang menek ka punyan kayune, I Kakua nylisih mengkeb beten tengkulake.

 

Dane Dukuh ngalih-ngalihin I Kakua, saget I Lutung magending munyine ngrempiang.

I Kakua beten tengkulak

I Lutung babuan di kayu

Siut lalah

Ngamah isen

Jero Dukuh ngalih-ngalihin I Kakua

Tusing bakatanga

 

I Lutung buin magending

I Kakua beten tengkulak

I Lutung babuan di kayu

Siut lalah

Ngamah isen

 

Dane Dukuh laut ngungkab tengkulake, I Kakua nyaru-nyaru pules, lantas jero Dukuh nadtad kakuane abana mulih.

Teked jumah, dane Dukuh ngaukin pianakne, "Luh Ayu mai enggalang paekin Bapa, Bapa ngapgapin be jaen pesan! Luh Ayu Kantrungan enggal nyagjag sarwi matakon, "Ulam napi niki Bapa?". Bapane masaur, "Cening Ayu, ene madan kakua, yan anggon lawar sate melah pesan, apa buin timpalin arak berem, nasi baas barak".

Kakuane celepanga di krangkenge, "Ih iba kakua, apa amah-amahan ibane?". Keto patakone jero Dukuh. I Kakua nyaurin, "Inggih jero Dukuh, sane satata teda titiang wantah kulit bantal miwah kulit pisang kuning".

Dane Dukuh ngencolang luas ngalih kulit bantal muah kulit biu kuning. Disubane maan lantas enggal abana mulih. "Cening Ayu ene kulit bantale baang I Kakua. Bapa ngracik basa malu". Ni Ayu Kantrungan ngaba kulit bantale ka krangkenge. I Kakua kendel pesan. Ni Ayu ngencolang ngoopin bapane ngulig basa. Saget teka I Lutung nelokin I Kakua. Disubane kacunduk I Lutung kedek ingkel-ingkel, "Kaden wake iba suba bangka". "Uduh iba lutung, pelih pesan tatenger ibane ngaden wake suba mati. Dini wake mataga amah-amahan. Buin kejepan wake lakar kaantenang ngajak Ni Ayu pianak jero Dukuh. Ento iwasin Ni Ayu Kantrungan sedek ngaenang  wake boreh. Kasugihan dane Dukuh suba makejang kaserahang teken wake". Mara keto pasaut I Kakua, lantas I Lutung ngomong, "Duh Kakua, tugtugang legan ibane makanti, jele melah bareng-bareng". I Kakua masaut, "Uduh Lutung yan buat ento saja pesan buka munyin ibane, jani iba suba nyilurin wake dini dadi penganten".

Ceritayang jani I Lutung nglincak di krangkenge sambilanga makejit ngincang. Ni Ayu Kantrungan tangkejut nyingakin ada Lutung di krangkenge. "Bapa Wenten bojog ring krangkenge", keto raos Ni Ayu. Jero Dukuh ngenggalang ka krangkenge. I Lutung ngencolang mamunyi manis, "Inggih jero Dukuh, pacang kudiang titiang mangkin?". Dane Dukuh nyaurin, "Iba lakar tampah wake, anggon ebat, timbungan muah kuah ares. Polon ibane lakar pes wake isinin basa bawang. Wake suba mapenga tuak abungbung. Ne iwasin pangiris wakene mara suud masangih". I Lutung nimbal nyawis, "Inggih jero Dukuh, mangdene jerone uning, titiang ngaturang indik". "Nah lautang iba nyatuang apang wake tatas nawang". Masaut I Lutung, "Inggih jero Dukuh, sane mangkin titiang nguningayang, sapunapi carane ngolah ulam Lutung mangda becik. Jero Dukuh, ri kala jerone mademang titiang, sampunang icene getih titiange medal, mangdane titiang padem, tur rasan olahan titiang becik. Puniki muncuk ikuh tiange tunjel janten sampun tiang padem. Mangkin bebed dumun ikuh tiange antuk gilingan kapas miwah duk raris tunjel. Gelisang satua enggal, ikuh I Lutunge suba kakaput laut kaenjutin. disubane apine gede, I Lutung ngencolang makecog ka raab umah jero Dukuhe kanti telah puun. Ni Ayu ngajak memene ngeling tur kabarat-kabirit katulung-tulung. Somahnyane jero Dukuh ngopet, kene suba upah awak belog, ngugu munyi manis, tuara nawang ejite kabandilin. Nampi munyi patut pinehin tur resepang malu, apang tusing gangsaran tindak kuangan daya.

Ceritayang I Lutung malaib laut nyemplungang awakne di yehe kanti apine mati, lantas I Lutung buin masusupan ka alase.

 

Inggih Ida Dane sareng sami sane wangiang titiang, amunika prasida antuk titiang nyaritayang satuane "I Lutung teken I Kakua Mamaling Isen". Kirang langkung antuk titiang nyatuang, titiang nunas majeng ring Ida Dane sareng sami Badung Mangupura, kirang langkung titiang nunas ampura. Puputang titiang antuk Paramasanti.

 

“Om Santi Santi Santi Om

23 Mei 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Fungsi Sensor pada Mobil Injeksi

Beberapa sensor penting pada mobil injeksi dan fungsinya


1. IAT (INTAKE AIR TEMPERATUR) SENSOR

Yaitu Sensor Udara Masuk. Fungsinya untuk mengukur suhu udara yang masuk ke mesin melalui saringan udara. Data ini akan digunakan oleh ECU untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar.

Letaknya ada di box saringan udara.

 

2. TPS (THROTTLE POSITION SENSOR)

Yaitu sensor skep gas. Fungsinya untuk mengetahui derajat bukaan skep gas.  Data dari sensor ini digunakan oleh ECU untuk menentukan jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar. Semakin skep gas terbuka, semakin banyak udara masuk, maka tentunya semakin banyak juga bahan bakar yang harus diinjeksinya agar campurannya sesuai.

Letaknya di throttle body.

 

3.MAP (MANIFOLD ABSOLUTE PRESSURE) SENSOR

Yaitu sensor tekanan udara manifol. Fungsinya untuk menghitung kepadatan udara yang masuk ke mesin atau menghitung kevakuman udara di dalam intake manifold. Data dari sensor ini digunakan oleh ECU untuk menentukan jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar sesuai kebutuhan mesin.

Letaknya ada di belakang throtle body dekat dengan intake manifold.

 

4. CMP (CAMSHAFT POSITION) SENSOR

Yaitu sensor pendeteksi posisi noken as (camshaft). Fungsinya untuk mengetahui posisi poros noken dan dikirim ke ECU. Datanya digunakan oleh ECU untuk menentukan pengapian di busi melalui coil.

Letaknya di dekat poros nok atau camshaft.

 

5. CKP (CRANKSHAFT POSITION) SENSOR

Yaitu sensor pendeteksi posisi crankshaft/poros engkol. Fungsinya untuk mengetahui sudut dari crankshaft dan datanya akan dikirim ke ECU. Selanjutnya oleh ECU data ini digunakan untuk menentukan waktu penyemprotan bahan bakar, lama penyemprotan, dan waktu pengapian pada tiap-tiap coil.

Letaknya didekat puli crankshaft atau kruk as.

 

6. WTS (WATER TEMPERATURE SENSOR)

Yaitu sensor suhu air pendingin mesin. Fungsinya untuk mendeteksi suhu mesin (suhu air radiator) dan data dikirim ke ECU. Selanjutnya digunakan oleh ECU data ini digunakan untuk menghidupkan dan mematikan kipas radiator. Sensor WTS ini juga sering disebut ECT (ENGINE COOLANT TEMPERATURE).

Letaknya biasanya didekat thermostat atau pada jalur sistem pendingin mesin.


7. O2 SENSOR (OXIGEN SENSOR)

Yaitu sensor pendeteksi oksigen. Fungsinya untuk mendeteksi jumlah kandungan oksigen dalam gas buang. Data ini selanjutnya digunakan oleh ECU untuk menentukan bahwa suatu campuran itu kurus atau gemuk.

Letaknya biasanya di exhaust manifold atau di knalpot dekat dengan catalytic converter.


Ya demikian dulu pembahasan saya mengenai fungsi sensor mobil injeksi secara umum, dan juga letak sensor mobil injeksi. Untuk selanjutnya artikel ini akan terus dikembangkan untuk membantu sebagai bahan ajar pada sistem mobil injeksi. Salam Sukses...

20 Mei 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Satua Bali I Lutung Dadi Pecalang

 I LUTUNG DADI PECALANG

 

Inggih Ida Dane sareng sami sane wangiang titiang, sadurung titiang nyaritayang satuane "I Lutung Dadi Pecalang", pinih riin ngiring ngaturang panganjali umat,

"Om Swastyastu"

 

Kacrita I Singa madeg ratu merintah sakancan burone di jagate. I Lutung ane dadi pecalang. Wireh keto, nyabran dina I Lutung mideran nabdabang kakertan jagat. Baan kenyelne majalan kema mai, lantas ia maembon beten kayune gede, done ngrembun.

Sedek nyongkok anggut-anggut naenang kiap, I Lutung tengkejut ningeh munyin kulkul bulus : tuk, tuk, tuk. Sepanan ia bangun, kipak-kipek liatne marengang. Saget tepukina I Blatuk ngulkul di punyan kayune.

I Lutung nyerit raosne bangras, "Ih Blatuk, ngudiang iba ngulkul bulus? Tingkah ibane buka kene ngranaang gumine mabiayuhan. Enggalang orahang teken awake".

I Blatuk ngenggalang tuun, tumuli ngraos dabdab, "Inggih Jero Pecalang tiang ngulkul wireh jagate biuta, aro-aro nandang pakeweh. Sawireh I Capung Bangkok ileh-ileh ipun makta tumbak poleng. Sapunika taler I Kakul, I Tumisi, I Kekua sami rarud ngaba umah nyane, miwah I Kakawa tan rerenan ipun masang jaring. Mangkin jerone sane patut ngayunin, sampunang iju duka ring dewek titiang".

I Lutung kabilbil tumuli nglanturang majalan, lantas tepuka I Tumisi mondong umahne. I Lutung ngenggalang maekin laut matakon, "Ue Tumisi, dadi iba nyrutcut mondong umah?".

I Tumisi matolihan lantas masaut, "Inggih Jero Pecalang, awinan tiang rarud makta umah, awinan I Kunang-kunang setata milehan makta api. Manah titiang jejeh pet ipun nunjel umah titiange".

Mara keto I Tumisine, I Lutung brangti pesan, matanne barak tumuli gegancangan majalan ngalih I Kunang-kunang. Tusing mekelo majalan saget tepukina I Kunang-kunang di tengah umahne. I Lutung nyagjagin sarwi ngucap, "Ue Kunang-kunang mai malu". I Kunang-kunang matolihan lantas maekin I Lutung. I Kunang-kunang ngucap, "Nawegang Jero Pecalang, napi wenten karya, dados nembe ngrereh titiang?".

I Lutung macegik mamunyi, "Ye ngudiang iba tandruh? Pelih ibane ileh-ileh ngaba api, ngawinang gumine mabyayuhan, liu anake rarud ngaba umahne". I Kunang-kunang dabdab nyaurin, "Mangkin dumun Jero Pecalang, awinan titiang ngaba api, seantukan I Beduda sadina-dina ngae bangbang di margi-margine, yan ten titiang makta suluh sinah titiang maclempung ka bangbange. Ledang sane mangkin Jero Pecalang sane nepasin".

I Lutung magebras pedih lantas majalan maseserep ngalih I Baduda. Saget tepukina I Baduda nyingkrung di samping gookne. I Lutung matakon, "Ih Baduda corah, dadi iba ngawag-ngawag ngae bangbang di jalane? Laksanan ibane ngawinang gumine biut".

I Baduda masaut dabdab, "tetujon titiange ngae bangbang pacang anggen titiang nanem bacin I Lembune sane mabyayuhan ring margine, mangda margine bersih. Iwangke laksanan titiange kadi asapunika?".

I Lutung maplengek, lantas ngerimik, "Nah yan keto unduke, I Lembu ane ngae gumine biuta. Jani awake maan ngwales corah laksanan ibane maluan". I Lutung magebras gegancangan majalan ngalih I lembu.

Kacrita I Lembu sedek medem-medeman ngilag padang, jeg teka I Lutung, pejalane encol, kipekane marengang. I Lembu nyapa alon, "Inggih Jero Pecalang pacang lunga kija mangkin?". I Lutung masaut bangras, "Ih Lembu, iba mula demen ngletehin gumi, kema mai miayagang bacin. Iba patut kena danda pati. Iba lakar repotang kai teken Sang Prabu Singa". I Lutung lantas majalan ngruruh I Singa.

Di Arep I Singane, I Lutung masila tiding, I Singa ngraos, "Ih Lutung, adake iba nepukin pakeweh nabdabang gumi?", I Lutung nyaurin, "nawegang Ratu Sang Prabu, ipun I Lembu sane purun tempal ring I Ratu". Mara keto raosne I Lutung, I Singa pedih pesan, "yan keto unduke jalan alih jani I Lembu". I Singa ajaka I Lutung lantas majalan nguruh I Lembu.

Critayang I Lembu katemu I Lelasan. I Lembu ngorahang dewekne repotanga teken I Lutung. Sinah ia lakar sarapa baan I Singa. I Lelasan seken ngraos, "uduh Lembu, da jejeh, saenun kaine idup, tonden karoan iba lakar mati, awake misadia nandingin I Singa".

Buin kijepne saget teka I Singa ajaka I Lutung. I Singa nyagjagin I Lembu, I Lelasan encol nambakin sambilanga mamunyi bangras, "Ih iba singa, kai tandingin malu, yan kai suba mati, mara iba dadi nyarap I Lembu".

I Singa mamunyi bangras, "Ih Lelasan, nyalah-nyalah kai nglawan iba, gediang awak ibane, dosan I Lembu gede pesan, pantes ia kena danda pati". I Lelasan ngucap, "Ih Singa, bobab ibane nilun kuping, eda iba liunan peta, mai matanding kapurusan". I Singa marirak laut nyagrep. I Lelasan sebet makelid, tendasne ngigel, ikutne kutal-katil. I Singa pedih, laut ngangsehang nguber I Lelasan encol makecog katunggak tiinge. I Singa ngangsehang nyagrep. I Singa nyelempoh lantas mati. Nepukin I Singa mati, I Lutung malaib bah bangun ngungsi alas wayahe.

Inggih Ida Dane sareng sami sane wangiang titiang, amunika prasida antuk titiang nyaritayang satuane "I Lutung Dadi Pecalang". Kirang langkung antuk titiang nyatuang, titiang nunas majeng ring Ida Dane sareng sami Badung Mangupura, kirang langkung titiang nunas ampura. Puputang titiang antuk Paramasanti.

 

“Om Santi Santi Santi Om

 

 

18 Mei 2022 0 komentar By: Gede Astawan

Cara Melakukan Balancing Kendaraan Ringan | Spooring and Balancing Mobil

Berikut adalah langkah-langkah melakukan balancing mobil atau balancing kendaraan ringan pada mesin balancing:

1. Pasang roda pada mesin balancing

2. Hidupkan mesin balancing

3. Ukurlah diameter velg / pelek lalu catat hasilnya pada kertas kosong. Untuk lebih jelas lihat gambar dibawah ini:

4. Ukurlah lebar velg / pelek dan catat hasilnya ( inch ). Lihat gambar dibawah ini untuk jelasnya:


5. Ukurlah jarak dari velg / pelek ke mesin balancing, dengan cara menarik alat ukur yang sudah ada di mesin dan letaknya di sebelah sisi kanan. Lihat gambar dibawah agar lebih jelas.

6. Langkah selanjutnya adalah memasukkan data diameter (inch) ke dalam mesin balancing. Lihat gambar dibawah ini:


7. Selanjutnya memasukkan data Lebar Pelek ke dalam mesin balancing. Perhatikan gambar di bawah ini:


8. Lalu memasukkan data Jarak Pelek ke Mesin Balancing. Perhatikan gambar di bawah agar tidak salah tombol:


9. Jika ketiga data sudah masuk, selanjutnya adalah menentukan letak titik pemberat yang nanti akan dipasang pada pelek. Perhatikan jenis peleknya. Umumnya pelek kijang standar (pelek baja press) atau pelek sejenis, maka letak pemberat dapat ditentukan seperti gambar dibawah ini. Perhatikan dua titik merah pada gambar pelek, itu adalah tempat meletakkan pemberat nanti jika sudah keluar angka/hasilnya. Tekan tombol hijau dibawah untuk mengubah letak titik pemberat.

10. Selanjutnya tutup roda dengan penutup pada mesin balancing. Maka roda akan otomatis berputar atau melakukan balancing. Jika tadi penutup telah ditutup, tinggal tekan tombol START.

11. Setelah wheel balancer berhenti berputar maka pada layar akan terdapat nilai pemberat dibagian kiri maupun kanan (disesuaikan tergantung titik yang dipilih). Berikut contoh hasilnya seperti gambar dibawah ini. Bagian kiri terbaca 5 dan kanan terbaca 25.



12. Selanjutnya adalah membuka tutup wheel balancer dan memasang pemberat sesuai dengan letak titik yang telah ditentukan sebelumnya. Ingat bedakan sisi pelek bagian dalam (kiri) dan sisi pelek bagian luar (kanan). Pasanglah pemberat di bagian atas pelek persis tegak lurus dengan poros wheel balancer. 

Sebelum memasang, putarlah roda agar tanda/lampu centre menunjukkan seimbang. Lalu pijak rem kaki pada mesin balancing agar roda tidak berputar sendirinya. Perhatikan gambar dibawah ini:
Pada awalnya lampur warna merah, tidak center.
Setelah roda diputar-putar perlahan maka setelah lampu ditengah
dan menjadi warna hijau (bisa tetap merah tergantung jenis mesin)
maka tekan pedal rem kaki agar tidak berputar sendirinya.

Pasang pemberat sesuai berat yang ditentukan di layar dan ketok dengan palu agar pemberat melekat sempurna sehingga tidak lepas saat roda berputar nantinya.

13. Jika kedua sisi pemberat telah terpasang erat, maka lakukan balancing sekali lagi dengan menutup kembali roda dengan penutup dan tekan tombol START jika roda tidak otomatis berputar (bila diperlukan). 

14. Seharusnya layar kiri dan kanan akan menunjukkan hasil nol jika roda telah seimbang / balance. Seperti gambar dibawah ini:


14. Jika belum dan masih menunjukkan angka tertentu, ulangi lagi mulai dari langkah nomor 11 sampai hasil akhir adalah balance atau layar menunjukkan nol.

Ya demikianlah cara melakukan balans roda atau membalans roda dengan wheel balancer. Khususnya pada tutorial ini menggunakan wheel balancer merek SICAM. Namun dengan mesin balancer lain langkah-langkahnya sama saja, cuma tampilan layar saja berbeda dan tombol inputnya juga sedikit berbeda. Selamat mencoba melakukan langkah-langkah balancing roda dengan wheel balancer. Salam sukses.